{"id":151,"date":"2023-06-15T22:04:45","date_gmt":"2023-06-15T15:04:45","guid":{"rendered":"https:\/\/ngajee.id\/?p=151"},"modified":"2023-06-17T08:40:34","modified_gmt":"2023-06-17T01:40:34","slug":"mengenal-seluk-beluk-surah-al-fatihah-faedah-dari-imam-ibnu-katsir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/2023\/06\/15\/mengenal-seluk-beluk-surah-al-fatihah-faedah-dari-imam-ibnu-katsir\/","title":{"rendered":"Mengenal Seluk Beluk Surah Al-Fatihah (Faedah dari Imam Ibnu Katsir)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc<\/strong><\/p>\n<p><strong>Apa saja di balik surah Al-Fatihah?<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa catatan mengenai surah Al-Fatihah, Rumaysho.Com berusaha membuat ringkasan dari bahasan ulama besar yaitu Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim. Ada catatan tambahan yang diambil dari penjelasan Syaikh Musthafa Al-\u2018Adawi dalam At-Tashiil li Ta\u2019wil At-Tanziil \u2013 Suurah Al-Baqarah fii Sual wa Jawab.<\/p>\n<p><strong>NAMA LAIN SURAH AL-FATIHAH<\/strong><br \/>\nAl-Fatihah disebut dengan:<\/p>\n<ol>\n<li>Al-Fatihah, yaitu Fatihatul Kitab secara tertulis dan juga sebagai pembuka dalam shalat.<\/li>\n<li>Ummul Kitab, karena tiga maksud: (1) mushaf dimulai dengan Al-Fatihah, (2) bacaan surah dalam shalat dimulai dengan Al-Fatihah, (3) seluruh makna Al-Qur\u2019an merujuk pada kandungan surah Al-Fatihah.<\/li>\n<li>Ummul Qur\u2019an.<\/li>\n<li>As-Sab\u2019ul Matsaani, matsaani artinya berulang-ulang, maksudnya surah Al-Fatihah dibaca berulang kali setiap rakaat.<\/li>\n<li>Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim<\/li>\n<li>Alhamdulillahi robbil \u2018aalamiin<\/li>\n<li>Alhamdu<\/li>\n<li>Ash-Shalah, karena syarat sah shalat adalah membaca surah Al-Fatihah. Disebut juga Surah Ash-Shalah.<\/li>\n<li>Asy-Syifaa\u2019 (penawar), dalam hadits disebutkan, faatihatul kitaab syifaa\u2019un min kulli sammin, artinya Al-Fatihah itu penawar dari segala macam racun.<\/li>\n<li>Ar-Ruqyah, karena pernah Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam katakan surah Al-Fatihah sebagi ruqyah.<\/li>\n<li>Asaasul qur\u2019an, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu \u2018Abbas.<\/li>\n<li>Al-Waaqiyah (pelindung, pencegah), sebagaimana disebutkan oleh Sufyan Ibnu \u2018Uyainah.<\/li>\n<li>Al-Kaafiyah (yang mencukupi dari lainnya, tanpa adanya surah Al-Fatihah yang lainnya tidak mencukupi), sebagaimana disebutkan oleh Yahya bin Abi Katsir (yang tepat: \u2018Abdullah bin Yahya bin Abi Katsir).<\/li>\n<li>Surah Al-Kanzi, artinya surah simpanan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>MAKKIYYAH ATAU MADANIYYAH<\/strong><br \/>\nSurah Al-Fatihah disebut surah Makkiyah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu \u2018Abbas, Qatadah, dan Abul \u2018Aaliyah.<br \/>\nAda pendapat lain yang mengatakan bahwa surah Al-Fatihah adalah surah Madaniyyah sebagaimana pendapat dari Abu Hurairah, Mujahid, \u2018Atha\u2019 bin Yasar, Az-Zuhri.<br \/>\nAda juga pendapat yang menyatakan bahwa surah Al-Fatihah itu turun dua kali, sekali di Makkah, sekali di Madinah.<br \/>\nAda pendapat gharib yang menyatakan bahwa separuh surah Al-Fatihah turun di Makkah dan separuhnya turun di Madinah.<br \/>\nKata Syaikh Musthafa Al-\u2018Adawi, surah Al-Fatihah termasuk surah Makkiyah menurut pendapat yang lebih kuat. Di antara alasan yang dikemukakan oleh beliau, kewajiban shalat itu di Makkah. Padahal Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam menyatakan,<\/p>\n<blockquote><p>\u0644\u0627\u064e \u0635\u064e\u0644\u0627\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u0652 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650<\/p>\n<p>\u201cTidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.\u201d (HR. Bukhari, no. 756 dan Muslim, no. 394)<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>JUMLAH AYAT, KATA, DAN HURUF<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Surah Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat tanpa adanya ikhtilaf.<\/li>\n<li>Para ulama berselisih pendapat apakah basmalah itu bagian dari Al-Fatihah ataukah bukan, ataukah basmalah adalah ayat tersendiri.<\/li>\n<li>Ada yang mengatakan bahwa jumlah kata (al-kalimah) dalam Al-Fatihah adalah 25 kata. Jumlah hurufnya adalah 113 huruf. Dalam kitab lain disebutkan jumlah hurufnya adalah 156 (termasuk di dalamnya adalah basmalah, tasydid, dan alif pada Maalik).<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>SURAH AL-FATIHAH TIDAK BISA TERGANTIKAN SURAH LAINNYA DALAM SHALAT<\/strong><br \/>\nInilah pendapat jumhur ulama dari Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad bin Hambal dan pengikutnya.<\/p>\n<p>Dari \u2018Ubadah bin Ash-Shoomit radhiyallahu \u2018anhu, Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda,<\/p>\n<blockquote><p>\u0644\u0627\u064e \u0635\u064e\u0644\u0627\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u0652 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650<\/p>\n<p>\u201cTidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah\u201d. (HR. Bukhari, no. 756 dan Muslim, no. 394)<\/p><\/blockquote>\n<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu \u2018anhu, haditsnya marfu\u2019 sampai pada Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam,<\/p>\n<blockquote><p>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0635\u064e\u0644\u0627\u064e\u0629\u064b \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0647\u0652\u0649\u064e \u062e\u0650\u062f\u064e\u0627\u062c\u064c<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa yang melaksanakan shalat dan tidak membaca Al Fatihah di dalamnya, maka shalatnya itu kurang.\u201d Perkataan ini diulang sampai tiga kali. (HR. Muslim, no. 395)<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>WAJIB DIBACA PADA SETIAP RAKAAT<\/strong><br \/>\nMadzhab Syafii dan mayoritas ulama menganggap bahwa surah Al-Fatihah wajib dibaca setiap rakaat.<\/p>\n<p><strong>APAKAH MAKMUM WAJIB BACA AL-FATIHAH?<\/strong><br \/>\nAda tiga pendapat dalam hal ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Makmum tetap wajib baca sebagaimana imam karena konsekuensi dari keumuman hadits.<\/li>\n<li>Makmum tidak perlu membaca sama sekali.<br \/>\nDalam shalat sirriyyah, makmum wajib membaca dan tidak wajib membaca dalam shalat jahriyyah.<\/li>\n<li>Karena ada hadits yang menyebutkan bahwa jika imam baca, maka diamlah.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><br \/>\nAt-Tashiil li Ta\u2019wil At-Tanziil Tafsir Surah Al-Baqarah fii Sual wa Jawab. Syaikh Musthafa Al-\u2018Adawi. Penerbit Maktabah Makkah.<br \/>\n<em>Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.<\/em><\/p>\n<p><em>Sumber https:\/\/rumaysho.com\/34855-mengenal-seluk-beluk-surah-al-fatihah-faedah-dari-imam-ibnu-katsir.html<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa catatan mengenai surah Al-Fatihah, Rumaysho.Com berusaha membuat ringkasan dari bahasan ulama besar yaitu Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-al-quran-tafsir","entry"],"views":88,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151\/revisions\/160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngajee.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}